Posts

Showing posts with the label reflection

Sore Terakhir di Ruang Ganti

Image
Langit makin membiru kelam, perlahan-lahan rintik air hujan menggenangi jalanan, refleksi lampu-lampu kota terlihat di jalan yang muram. Lelaki itu duduk di depan lokernya yang kosong. Ia memandangi tas carrier yang berisi semua hartanya selama tiga tahun, hartanya sederhana, hanya terdapat baju, buku dan sepatu. Ruang ganti tampak lengang, mungkin muram kehilangan seorang yang biasa memenuhinya dengan asap rokok dan wangi alcohol, serta nyanyian parau. Tadi siang ia sudah memutuskan untuk keluar dari tempat itu, bersama lima temannya. Entah kenapa, ia mulai meratapi keputusannya. Padahal selama tinggal di tempat itu, ia merasa tidak bahagia, ia ingin keluar secepat   mungkin, ingin melarikan diri segera. Carriernya padat berat, tapi bukan itu yang membuat langkahnya lambat. Kenangan-kenangan menjerat lekat, lidahnya tercekat dan pikirannya mampat. Ia memiliki kelekatan dengan tempat itu, di sana ia belajar dari menjadi penjahat sampai malaikat. Di sana ia memiliki sahabat...

ia tidak berdoa, tapi doanya didengar

Image
Malam ini, lelaki itu kembali berdoa. Suatu yang setahun kemarin telah ia sepakati dengan dirinya untuk tidak dilakukan lagi. Dan memang benar tidak ia lakukan. Ia menepati janji tersebut dan tidak pernah terselip sesal menjalaninya. Itu semua ia lakukan bukan karena sudah tidak percaya lagi kepada Tuhan-nya, tapi karena ia merasa doanya sia-sia, doanya kosong, doanya hampa, ia merasa berbicara pada tembok-tembok di depannya. Ia merasa Tuhan tidak lagi ada di dekatnya. Satu tahun ia jalani tanpa sepatah kata pun terkirim pada Tuhan lewat doa, ia bukan protes pada Tuhan, tapi ia mencari Tuhan di luar, menemukan kelembutannya dalam padang luas, menikmati senyumnya dalam sinar matahari pagi, merasakan amarahnya pada badai, dan merasakan kepedihannya dan menemukan panggilannya pada orang-orang yang tersisihkan di jalanan. tapi malam ini ia berdoa, malam ini doanya hidup, ia meresapi setiap patah kata dari doa bapa kami, yang dulu baginya hanya hapalan mati, yang di masa lalu diucapkan t...