Posts

Showing posts with the label a life story

Lain ladang, lain belalang. Lain negara, lain cara makannya.

Image
Makan bukan hanya sekedar mengenyangkan perut, karena makan juga bisa menjadi cara kita memandang hidup. Kenapa? Di dalam makanan bukan hanya terkandung gizi yang dibutuhkan tubuh, tapi terkandung nilai budaya, geografis dan kondisi sosial di setiap daerah asal makanan tersebut. sumber foto: weblogs.baltimoresun.com Saya belum pernah ke luar negeri, tapi pertemuan dengan banyak pejalan dari negara lain membuat saya belajar tentang kebudayaan mereka, salah satu yang membuat saya tertarik adalah makna cara mereka menyantap makanannya. Terima kasih kepada social media pejalan seperti Couchsurfing dan Hospitalityclub, karena keberadaan dua web tersebut saya bisa berinteraksi dengan banyak pejalan dari berbagai negara yang saya host di kos. Suatu hari, saat makan bersama di Restoran Chinese Food favorit saya, Xavier, seorang pejalan perancis, dengan rambut brunette dan mata coklat, bertanya apa makanan yang saya pesan kurang enak. Saya sempat bingung dengan pertanyaan ters...

Perjalanan Untuk Belajar Memaafkan

Image
Seringkali, perjalanan kita tidak semulus yang diharapkan. Banyak kejadian yang di luar dugaan. Hal tersebut, kecil atau besar, menimbulkan kemarahan yang pada akhirnya mengganggu kenikmatan perjalanan. Tapi apa harus rela kebahagiaan itu diambil orang lain begitu saja? “True forgiveness is when you can say, "Thank you for that experience.”  ―  Oprah Winfrey   photo by: Dewi Pelita Banyak kejadian tidak menyenangkan yang mungkin menimpa kita selama perjalanan, bahkan mungkin saat akan memulainya. Teman yang tiba-tiba membatalkan janji, penjual makanan yang mematok harga setinggi langit, pengamen yang meminta uang dengan setengah memaksa, pengelola hotel yang memberi pelayanan buruk, dan lainnya. Paling menyakitkan, saat teman sepanjang perjalanan, berbeda pendapat dan memutuskan untuk berpisah di titik kita tidak ingin merasa sendirian. Kita mungkin marah, kecewa, dendam, memaki-maki keadaan. Muncul pertanyaan, apa tindakan kita memperbaiki keadaan? Haru...

Mengingat Dua Perempuan

Image
Ibu terus memandangi foto 4R di tangannya, di situ terekam wajah kakak dan saya, menggunakan toga dan medali berwarna, wajah kami di foto itu halus lembut berbeda dengan realitas. Ibu bahagia, ia sukses mewujudkan mimpinya. Malam itu kami bertiga makan malam bersama. Kami menraktir ibu di kunjungan pertama kalinya ke Jogja ini selama anaknya studi. Dulu, ibu gagal dalam studi di sekolah menengah atas, bukan karena masalah biaya, tapi karena ia yang berasal dari desa kecil tidak betah hidup di ibu kota. Saudara-saudaranya bertahan, hampir semua tamat SMA dan beberapa lulus kuliah. Sedari kecil, ibu jarang memberi saya nasehat macam-macam, ia jarang memaksakan keinginannya. Ibu hanya selalu bilang "jangan jadi orang bodoh, karena itu menyakitkan" Saya tidak tahu cerita apa di balik nasehat yang membekas dalam di benak kami, kakak dan saya. Saya teringat kejadian empat belas tahun lalu, krisis moneter melanda perekonomian negeri ini. Dampaknya menghempas semua orang, ayah p...

Mempertanyakan Tinggal

Sekitar beberapa tahun lalu, saya pernah berpikir bahwa saya akan tinggal selamanya di Jogja. Memiliki banyak teman, mengisi waktu dengan jalan-jalan, aktualisasi diri dengan aktif di organisasi,  membuat hidup saya terasa sempurna walaupun dengan uang pas-pasan. Namun, sekarang saya mempertanyakan lagi pemikiran itu. Beberapa teman baik saya, cepat atau lambat, menemukan bahwa kota ini sangat nyaman tapi ada bagian dari diri mereka yang hilang. Saat saya tanya kenapa, mereka juga tidak memiliki jawaban. Hal itu membuat mereka hengkang sehabis usai studi, untuk menemukan hal yang hilang. Sekarang, saya masih tinggal di Jogja, memiliki pekerjaan yang saya suka. Tapi, akhirnya juga merasakan, ada sesuatu yang berjalan terlalu cepat meninggalkan saya, saat kaki ini masih asyik berjalan lambat. Saya juga tidak tahu itu apa, sama seperti teman-teman lainnya. Apa saya juga harus hengkang untuk menemukan lagi bagian hidup yang hilang?

Sore Terakhir di Ruang Ganti

Image
Langit makin membiru kelam, perlahan-lahan rintik air hujan menggenangi jalanan, refleksi lampu-lampu kota terlihat di jalan yang muram. Lelaki itu duduk di depan lokernya yang kosong. Ia memandangi tas carrier yang berisi semua hartanya selama tiga tahun, hartanya sederhana, hanya terdapat baju, buku dan sepatu. Ruang ganti tampak lengang, mungkin muram kehilangan seorang yang biasa memenuhinya dengan asap rokok dan wangi alcohol, serta nyanyian parau. Tadi siang ia sudah memutuskan untuk keluar dari tempat itu, bersama lima temannya. Entah kenapa, ia mulai meratapi keputusannya. Padahal selama tinggal di tempat itu, ia merasa tidak bahagia, ia ingin keluar secepat   mungkin, ingin melarikan diri segera. Carriernya padat berat, tapi bukan itu yang membuat langkahnya lambat. Kenangan-kenangan menjerat lekat, lidahnya tercekat dan pikirannya mampat. Ia memiliki kelekatan dengan tempat itu, di sana ia belajar dari menjadi penjahat sampai malaikat. Di sana ia memiliki sahabat...

Tokoh Utama di Balik Penciptaan Backpackidea

Image
Seorang teman berkomentar “akhirnya lulus  juga lu”, komentar itu berlanjut dengan pertanyaan “apa yang bisa buat lu skripsi lancar?”. Dengan lugas saya menjawab “backpackidea, yang membawa gw sampai sejauh ini”. Apa itu Backpackidea? Itu adalah proyek idealis dalam bentuk majalah elektronik yang membahas dunia traveling. Detailnya saya tulis nanti, majalah dari volume 00-08 bisa kamu unduh di sini . Sebentar, saya kira bukan Backpackidea yang bisa membuat saya berjalan sampai sejauh ini…… Kita mulai cerita, di tempat saya kuliah, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, menawarkan dua macam tugas akhir bagi mahasiswa yang ingin sesegera mungkin lolos: Penelitian bisnis dan Pengembangan bisnis. Penelitian bisnis lebih kita kenal dengan nama skripsi, mendengar namanya saja buluk kuduk sudah merinding, terbayang banyak kakak angkatan yang tidak lolos-lolos dari tahap ini selama bertahun-tahun. Merinding itu juga bukan tanpa alasan, walaupun berstatus sebagai ...

Uneducated English

Image
sumber foto: interface.edu.pk Banyak teman saya di fakultas ekonomi tempat saya kuliah yang sudah lulus kelabakan saat melamar kerja ke perusahaan/organisasi impiannya atau mengejar beasiswa idaman. Kenapa? Simple saja, mereka memiliki IPK yang outstanding, hampir sempurna, tapi mereka lemah di bahasa Inggris. Sedangkan beasiswa internasional, perusahaan besar , kementrian dan BUMN impian menjadikan bahasa Inggris salah satu syarat utama agar lolos saringan pertama. Beberapa dari mereka bertanya, dimana bisa membeli sertifikat TOEFL?, siapa yang bisa joki TOEFL? dimana kursus intensif agar bisa mengerjakan TOEFL dengan sempurna? Atau bagaimana cara belajar bahasa Inggris yang paling cepat supaya bisa lancar dalam percakapan, tulisan dan sekali lagi, mengerjakan soal TOEFL?. Mungkin mereka tidak mengerti bahwa bahasa bukan statistika. Dibutuhkan lebih dari sekedar kecerdasan untuk menguasai satu bahasa baru, tapi dibutuhkan waktu dan persentuhan yang intens supaya fa...

Kunjungan ke Teman Lama & Logo Baru

Image
Kunjungan ke teman lama selalu membawa sesuatu yang baru. Itulah yang sering saya alami dan kali ini saya alami lagi. Semenjak 2 tahun lalu  saya rajin pacaran dan rajin mencari duit untuk survive menyelesaikan kuliah, hubungan saya dengan teman-teman main jadi kurang terjaga, dalam arti hampir tidak pernah nonkrong  bareng. Nah, semenjak pacar saya pergi ke Perancis dan sebentar lagi sidang skripsi maka saya kembali menemui teman-teman lama yang tersisa di jogja, mulai teman dari : naik gunung, fotografi, teater, kepanitiaan, teman mabok, dll. Di suatu sore saya berkunjung ke rumah Jati, seorang teman yang saya kenal dari teman di kos lama, ia bekerja sebagai freelance journalist sekaligus freelance designer. Sebagai seorang teman yang baik ia memperhatikan perkembangan e-magazine yang saya asuh karena saat masa-masa awal pendiriannya ia adalah tempat saya berkonsultasi. Salah satu komentarnya adalah “webmu ngga dinamis, ga enak klo dlihat dari tablet dan HP” dan “log...

Pembicara Fotografi Lanskap

Menjadi pembicara atau pemberi materi di komunitas terkecilpun tidak pernah terbersit di pikiran. Saya sangat menyadari gaya bicara saya yang cepat dan pelafalannya yang kurang jelas serta cara pikir yang tidak sistematis. Itu kenapa saya banyak menulis untuk menyampaikan cerita dan gagasan yang penuh di otak dan hati. Orang tidak akan mudah mengerti dengan penjelasan lisan yang saya berikan. Suatu sore yang basah, saya sedang pacaran via skype, Jati menelepon. Inti dari percakapan kami adalah dia diminta menjadi pembicara untuk fotografi lanskap di Fotografi Jurnalistik Klub Atma Jaya namun dia tidak banyak mempunyai stok foto lanskap, sehingga ingin meminjam foto-foto milik saya untuk bahan presentasi foto, sayapun diminta menemani.  Karena tidak banyak persiapan, maka saya ambil saja stok foto yang ada di PC, tidak sempat bila harus menyortir foto-foto di dalam CD. Jati pun setuju dengan foto-foto yang saya berikan, sebelum berangkat saya jelaskan dulu konsep, al...