Posts

Showing posts with the label Bukit Tinggi

Bukittinggi - Nasi Kapau Uni Lis, Menu Spesifik Gulai Tanjung

Image
Nasi Kapau dari Nagari Kapau siap memuaskan hasrat kuliner kita, bumbunya lebih mantap dari Nasi Padang yang sudah mantap. Gulai Tunjang adalah menu yang wajib dicoba. Lalu Nikmat apalagi yang kau cari di Bukittinggi? “Kau tidak resmi ke Bukittinggi kalau tidak coba Nasi Kapau” ucapan seorang travel blogger yang berasal dari Sumbar itu mengiang-ngiang ketika saya menyusuri jalan di samping Kebun Binatang. Tujuan saya adalah pasar atas, setelah mendapat rekomendasi dari pemilik hotel tempat kami tinggal, maka saya putuskan untuk mencicipi makanan legendaris itu di Pasar Atas, di Warung Uni Lis. Selewat kebun binatang, tepat di depan masjid agung, tibalah saya di tempat tujuan. Mendekati pasar, sudah terpampang papan nama beberapa Warung Nasi Kapau, milik Uni Lis bertuliskan “Menu Spesifik Gulai Tunjang”. Perut yang keroncongan langsung tambah berbunyi nyaring akibat membayangkan rasanya. Baskom-baskom penuh lauk berjajar teratur di meja bertingkat, warnanya menggoda...

Bukittinggi – Martabak Kaka, Kesejatian Cita Rasa Empat Generasi

Image
Dari seporsi martabak terkandung cerita tentang pertemuan budaya, keramahan penduduk, juga kesetiaan menjaga cita rasa dari generasi ke generasi. Langit beranjak gelap, saat saya memasuki lagi Kota Bukittinggi. Dari Jam Gadang, Langkah menuju jalan menurun yang diapit oleh jajaran penginapan. Pilihan menyurusi  jalan yang disebut Kampung China ini memang bukan tanpa tujuan. Ditemani perut yang keroncongan, saya mencari Martabak Kaka, martabak telur paling legendaris di Bukittinggi. Tak lama berjalan, setelah melewati rumah makan padang yang ramai, dan gardu listrik yang dijaga anjing Labrador, saya menemui jalan bercabang tiga. Tak disangka, pada pertigaan inilah Martabak Kaka berada. Warung sederhana yang dari luar tampak biasa saja, seperti kalah bersinar dibanding gerobak sate padang dan martabak kubang yang berbaris di halaman depannya. Namun, ketika saya benar di ambang pintu, diri serasa ditarik pusaran waktu. Dilengkapi dengan meja dan kursi kayu berwarna cokla...

Bukittinggi - Lubang Jepang, Saksi Bisu Kerja Paksa

Image
Di balik Taman Panorama yang hangat, ramah dan indah, terdapat Lubang Jepang yang kelam, menyimpan kenangan memilukan kerja paksa, atau yang biasa disebut Romusha. Seketika memasuki Taman Panorama , kita akan langsung disambut Patung dua orang berseragam tentara jepang. Penunjuk mengarahkan langkah pada tangga yang mengular ke bawah, tak lama saya tiba di mulut gua, yang menjadi saksi sejarah pendudukan Jepang atas Bukittinggi ini. Kulit terasa dipeluk hawa dingin dan lembab seketika saya menuruni tangga menurun. Tekanan udara di dalam gua yang berbeda dengan di luar menjadikan angin sibuk hilir mudik menabrak pelancong yang mengunjungi gua ini. Cahaya redup lampu neon membimbing agar kaki tidak salah melangkah. Di ujung jalan menurun, saya menemui persimpangan yang mengarahkan pada ruangan-ruangan yang berbeda. Saya putuskan untuk mengambil jalan ke kiri terlebih dahulu. Pikiran mengawang, coba merekonstruksi kegiatan di sini. Lubang yang pengap, diisi oleh ratusan tawa...

Bukittinggi – Taman Panorama, Ruang Terbuka Hijau Kota

Image
Matahari mulai sedikit condong ke barat saat sepiring nasi kapau sudah ludes, tuntas dipindahkan ke dalam perut. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang sempit, saya langsung menuju jenjang yang merupakan jalan pintas dari Pasar Atas ke Kampung Cina. Melewati Pertigaan tempat Martabak Kaka, saya melangkah di jalan menanjak yang di kiri-kanannya disesaki penginapan. Setelah berjalan kurang lebih 500m, saya tiba di Panorama Park, harga tiketnya Rp.5000. Dari sini, kita bisa melihat pemandangan Ngarai Sianok yang legendaris. Sungai berkelok-kelok di antara perbukitan kapur, pepohonan hijau saling mengisi dengan tanah yang berwarna keemasan disiram cahaya mentari sore. Gunung Marapi jadi latar, menyempurnakan keagungan pemandangan alam yang ada.  Bila sedikit jeli, kita bisa menemukan tembok besar membelah lebatnya hutan di tepi ngarai. Masyarakatnya menyebutnya Great Wall, tidak salah, sekilas memang mirip tembok besar di China, dalam skala jauh lebih kecil tentunya. Sayang, say...

Bukittinggi - Jam Gadang, Anak Kembar Nan Popular

Image
  Pada penghujung abad 19, Seorang bangsawan juga insinyur bernama Vortmann, mencurahkan daya dan karsanya untuk menciptakan dua anak kembar. Tak lama setelah mereka lahir, satu ia kirim ke London dan lainnya ia kirim jauh ke tempat antah berantah yang bernama Bukit Kubangan kabau. *** Tubuh saya bergidik kedinginan ketika kaki menjejak keluar dari mobil Xenia hitam yang mengangkut kami sejauh 91 km dari Kota Padang. Saya rapatkan jaket, padahal di atas, langit membiru cerah jadi latar awan putih yang asyik bergumul. Pantas saja, penanda menunjukan kota ini berada di ketinggian 941 mdpl. Walaupun cerah, suhu berkisar antara 16-23”C. Bukit Tinggi sebenarnya tidak menjadi tujuan saya dalam kunjungan ke Pulau Andalas ini. Selepas pendakian dari Gunung Kerinci, sementara masih banyak tersisa waktu, maka saya lanjutkan perjalanan ke sini. Selepas melintasi taman kota yang dihuni pepohonan rindang sambil menggendong carrier penuh noda tanah, saya tiba di landmark kota...