Posts

Kepedulianmu atas ketidak-teraturanku

Image
Lelaki itu memandang monitornya, tak percaya sungguh, kalau ia melewatkan hari ulang tahun perempuan itu. Dia terlambat untuk menyadari kalau perempuan itu genap berumur 21 tahun 4 hari yang lalu. Selama ini ia tidak pernah menyesal atau merasa bersalah sedikitpun saat lupa mengingat ulang tahun temannya. Tapi kali ini berbeda, lelaki itu benar-benar ingin mengucapkannya , lelaki itu sungguh ingin menjabat tangannya lalu tersenyum lebar atau sekedar mengacak-acak rambutnya dan bilang “ aku sedih kamu bertambah tua tapi aku bahagia kamu selalu memilih menjadi dewasa” atau bisa juga dilanjutkan “ terima kasih walaupun kamu selalu dewasa tetap mau 3 tahun berteman denganku yang sering kekanakan:” Perempuan itu adalah salah satu teman baiknya, ia kenal sejak pertama kali mulai masuk kelas. Saat itu, tidak ada yang special di matanya, tapi mereka langsung akrab tidak beberapa lama. Masi segar di benak lelaki itu apa yang mereka lakukan berdua di awal-awal kuliah. Sangat sering di setiap min...

Reka ulang berita kehilangan

Image
Lelaki itu duduk di beranda depan kamarnya. Memandang langit dalam diam. Satu titik air menimpa pipinya, titik air yang kedua menyusul, lalu ketiga dan keempat saling mendahului, kelima dan keenam berkejar-kejaran lalu jatuh juga menyusul puluhan juta titik air yang membasahi tanah-tanah kering itu. Dia tersenyum, akhirnya Tuhan memberikan hujan itu ke tanah yang dia anggap terkutuk, bagaimana tidak sudah hampir sepertiga tahun tanah itu dibiarkan terpanggang.padahal orang-orang menyebutnya kota hujan. Fatamorgana rajin hadir di tanah-tanah gersang itu. Dia merindukan hujan, seperti dia menginginkan orang itu yang tidak akan pernah datang lagi. Tapi sore ini dia sedikit bahagia, setiap hujan datang ada sedikit ingatan yang terbawa. Dan harapnya hujan ini bertahan lama, biar ingatan-ingatan itu bisa terkorek lebih dalam, sedalam harapan yang dulu tersamar oleh egoismenya. Tapi hujan itu berhenti cepat, panas kembali mengambil bagiannya di tanah ini. Lelaki itu kecewa karena imagi h...

damai besertanya

Image
Setiap orang menyerukan perdamaian, entah di Koran-koran atau di televisi saat hari raya atau hari biasa.Dan lelaki itu hampir jenuh mendengarnya, buatnya kata itu sudah tak memilki makna karena setiap orang menyerukannya tapi tak pernah hal itu benar-benar terwujud. Perang tetap ada, konflik pun masih berlanjut.Dan memang kata itu baginya, hanya sekedar utopia. Tapi tidak kali ini, akhirnya dia merasakan perdamaian, dan itu indah.ia akhirnya berhasil berdamai dengan dirinya sendiri serta masa lalunya. Setelah sekian lama benteng egoismenya berdiri tegak kokoh akhirnya runtuh juga oleh tetes-tetes kegelisahan dan rembesan perasaan bersalah. Malam itu, saat ia jenuh menyusuri situs jejaring social yang beberapa bulan lagi memungut bayaran untuk bisa diakses. Di kolom chat muncul Si perempuan, manusia tanpa kesalahan yang telah lama ia tinggalkan tanpa segenggampun kepastian. Kegelisahan-kegelisahan yang telah lama ia pendam dalam di dasar alam bawah sadarnya menyeruak kelu...

aku ingin membunuh pertanyaan

Image
Saat ini aku ingin menjadi pembantai, bisa membunuh pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengaruk-garuk pikiran ini. Karena kekurang-ajarannya semakin menjadi-jadi. Aku takut akan ia yang semakin besar dan kuat , akan ia yang perlahan segera membunuhku. Ia adalah sesuatu yang sangat kuat. Kesalahanku dulu adalah menganggap ia rapuh, imut dan lucu sehingga aku memeliharanya dengan sabar dan telaten. Kubuat ia gemuk dengan jawaban-jawaban. Kucari pemuas-pemuas agar ia tahu aku mencintainya. Tapi pertanyaan-pertanyaan itu seperti diriku. Tidak pernah puas dan selalu menagih lebih setiap aku merasa telah cukup mengenyangkannya. Ada orang yang berkata “pertanyaan yang baik pantas untuk hidup” tapi apakah itu menjadi baik saat ia malah mengusik kemapanan logikaku maupun kamu? Mengacaukan sistematika pemikiranku. Dan merusak jaringan data-data yang dulu kupercaya. Aku terlalu banyak menjawab sesering aku berbincang dengannya. Tertawa bersama karena hal-hal yang ia munculkan. Teriris berdua saat ...