Posts

Mengingat Dua Perempuan

Image
Ibu terus memandangi foto 4R di tangannya, di situ terekam wajah kakak dan saya, menggunakan toga dan medali berwarna, wajah kami di foto itu halus lembut berbeda dengan realitas. Ibu bahagia, ia sukses mewujudkan mimpinya. Malam itu kami bertiga makan malam bersama. Kami menraktir ibu di kunjungan pertama kalinya ke Jogja ini selama anaknya studi. Dulu, ibu gagal dalam studi di sekolah menengah atas, bukan karena masalah biaya, tapi karena ia yang berasal dari desa kecil tidak betah hidup di ibu kota. Saudara-saudaranya bertahan, hampir semua tamat SMA dan beberapa lulus kuliah. Sedari kecil, ibu jarang memberi saya nasehat macam-macam, ia jarang memaksakan keinginannya. Ibu hanya selalu bilang "jangan jadi orang bodoh, karena itu menyakitkan" Saya tidak tahu cerita apa di balik nasehat yang membekas dalam di benak kami, kakak dan saya. Saya teringat kejadian empat belas tahun lalu, krisis moneter melanda perekonomian negeri ini. Dampaknya menghempas semua orang, ayah p...

Mempertanyakan Tinggal

Sekitar beberapa tahun lalu, saya pernah berpikir bahwa saya akan tinggal selamanya di Jogja. Memiliki banyak teman, mengisi waktu dengan jalan-jalan, aktualisasi diri dengan aktif di organisasi,  membuat hidup saya terasa sempurna walaupun dengan uang pas-pasan. Namun, sekarang saya mempertanyakan lagi pemikiran itu. Beberapa teman baik saya, cepat atau lambat, menemukan bahwa kota ini sangat nyaman tapi ada bagian dari diri mereka yang hilang. Saat saya tanya kenapa, mereka juga tidak memiliki jawaban. Hal itu membuat mereka hengkang sehabis usai studi, untuk menemukan hal yang hilang. Sekarang, saya masih tinggal di Jogja, memiliki pekerjaan yang saya suka. Tapi, akhirnya juga merasakan, ada sesuatu yang berjalan terlalu cepat meninggalkan saya, saat kaki ini masih asyik berjalan lambat. Saya juga tidak tahu itu apa, sama seperti teman-teman lainnya. Apa saya juga harus hengkang untuk menemukan lagi bagian hidup yang hilang?

Sore Terakhir di Ruang Ganti

Image
Langit makin membiru kelam, perlahan-lahan rintik air hujan menggenangi jalanan, refleksi lampu-lampu kota terlihat di jalan yang muram. Lelaki itu duduk di depan lokernya yang kosong. Ia memandangi tas carrier yang berisi semua hartanya selama tiga tahun, hartanya sederhana, hanya terdapat baju, buku dan sepatu. Ruang ganti tampak lengang, mungkin muram kehilangan seorang yang biasa memenuhinya dengan asap rokok dan wangi alcohol, serta nyanyian parau. Tadi siang ia sudah memutuskan untuk keluar dari tempat itu, bersama lima temannya. Entah kenapa, ia mulai meratapi keputusannya. Padahal selama tinggal di tempat itu, ia merasa tidak bahagia, ia ingin keluar secepat   mungkin, ingin melarikan diri segera. Carriernya padat berat, tapi bukan itu yang membuat langkahnya lambat. Kenangan-kenangan menjerat lekat, lidahnya tercekat dan pikirannya mampat. Ia memiliki kelekatan dengan tempat itu, di sana ia belajar dari menjadi penjahat sampai malaikat. Di sana ia memiliki sahabat...

Tokoh Utama di Balik Penciptaan Backpackidea

Image
Seorang teman berkomentar “akhirnya lulus  juga lu”, komentar itu berlanjut dengan pertanyaan “apa yang bisa buat lu skripsi lancar?”. Dengan lugas saya menjawab “backpackidea, yang membawa gw sampai sejauh ini”. Apa itu Backpackidea? Itu adalah proyek idealis dalam bentuk majalah elektronik yang membahas dunia traveling. Detailnya saya tulis nanti, majalah dari volume 00-08 bisa kamu unduh di sini . Sebentar, saya kira bukan Backpackidea yang bisa membuat saya berjalan sampai sejauh ini…… Kita mulai cerita, di tempat saya kuliah, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, menawarkan dua macam tugas akhir bagi mahasiswa yang ingin sesegera mungkin lolos: Penelitian bisnis dan Pengembangan bisnis. Penelitian bisnis lebih kita kenal dengan nama skripsi, mendengar namanya saja buluk kuduk sudah merinding, terbayang banyak kakak angkatan yang tidak lolos-lolos dari tahap ini selama bertahun-tahun. Merinding itu juga bukan tanpa alasan, walaupun berstatus sebagai ...

Isin – Penari Gong dari Miau Baru

Image
Isin, bersiap-siap menuju Lamin Adat, karena giliran menari sudah dekat. Gadis itu menari dengan rancak di antara penari lainnya, tiap gerak gemulai mengikuti irama dawai tradisional   yang dimainkan Pak Irang. Kelembutan dan ketegasan yang berpadu di setiap gestur terukur miliknya membius seluruh penonton di Sanggar Tari Lekan Maran. Sebagai penari inti ia menjadi motor bagi penari pengiring lainnya. Tarian hampir mencapai klimaks. Gong berdiameter lebih kurang setengah meter yang sedari awal dibawa seorang penari kini diletakan di tengah.   Penari yang seluruhnya berjumlah Sembilan orang itu membentuk formasi baru. Si gadis naik ke atas gong, dalam hitungan sunyi terarah delapan penari lainnya mengangkat gong sekaligus si penari. Si gadis tetap lanjut menari di atas gong, tanpa tersirat ketakutan. Kami saja yang menonton sempat khawatir. Irama dawai semakin kencang, si gadis dan penari pengiringnya menari semakin liar, seakan hilang kesadaran. Serentak seluruh ...

Uneducated English

Image
sumber foto: interface.edu.pk Banyak teman saya di fakultas ekonomi tempat saya kuliah yang sudah lulus kelabakan saat melamar kerja ke perusahaan/organisasi impiannya atau mengejar beasiswa idaman. Kenapa? Simple saja, mereka memiliki IPK yang outstanding, hampir sempurna, tapi mereka lemah di bahasa Inggris. Sedangkan beasiswa internasional, perusahaan besar , kementrian dan BUMN impian menjadikan bahasa Inggris salah satu syarat utama agar lolos saringan pertama. Beberapa dari mereka bertanya, dimana bisa membeli sertifikat TOEFL?, siapa yang bisa joki TOEFL? dimana kursus intensif agar bisa mengerjakan TOEFL dengan sempurna? Atau bagaimana cara belajar bahasa Inggris yang paling cepat supaya bisa lancar dalam percakapan, tulisan dan sekali lagi, mengerjakan soal TOEFL?. Mungkin mereka tidak mengerti bahwa bahasa bukan statistika. Dibutuhkan lebih dari sekedar kecerdasan untuk menguasai satu bahasa baru, tapi dibutuhkan waktu dan persentuhan yang intens supaya fa...

Exposition Nugroho

Image
Exposition Nugroho Hujan mereda adalah salah satu yang paling saya tunggu sore tadi. Saat langit menggelap tapi awan kelabu juga berpamitan maka langsung saya ambil sepeda onthel dan mengayuhnya cepat-cepat agar tidak terlambat. Event-event  di tempat saya kursus perancis selalu menarik, maka jarang sekali saya lewatkan. E vent kali ini berjudul “Exposition Nugroho” berat ya judulnya? Nampak begitu semiotika dan filosofis ya? Tidak usah berpikir terlalu jauh, artinya sederhana, yaitu “Pameran Nugroho”. Exposition adalah kata dalam bahasa Perancis yang berarti pameran. Lalu siapakah Nugroho itu? Lalu apakah yang ia pamerkan? Begini saja, karena saya tidak sempat mengobrol dengan Nugroho yang saat pameran dikelilingi orang-orang yang mengapresiasi karya-karyanya, maka saya tulis saja kata pengantar di poster yang dipampang dekat pintu masuk. DARI REVITALISASI HINGGA KREASI Saya belum lama mengenal Nugroho, tetapi sudah lama saya tahu ada pelukis kaca ...