Berani Hidup?
Siang itu di luar tampak panas, tapi di dalam kereta Sri tanjung yang berpendingin udara, yang baru lepas dari Surabaya, panas jadi Nampak sia-sia berusaha. Tak lama, gerbong kami yang berada di urutan paling depan seperti menggilas sesuatu. Saya tidak ambil pusing, mata langsung memejam kembali untuk membunuh jenuh. Kejanggalan itu tidak berdiri sendiri, dalam hitungan detik kereta berhenti. Nampak masinis turun dari kereta berlari ke samping gerbong yang berada tepat di belakang kami. Para penumpang yang penasaran ikut melongok apa yang terjadi. Kesunyian datang dalam beberapa detik lalu disusul dengan teriakan histeris penumpang. Saya melongok ke luar pintu kanan pertama kali, karena nomor kursi yang paling ujung dekat pintu. Awalnya, saya belum menyadari benda berwarna putih dengan panjang sekitar satu meter yang tepat berada di hadapan mata. Dalam sepersekian detik, saya tahu, itu sepotong kaki. Penumpang lain menerjang untuk turun ke luar gerbong. M...