Posts

PART.4 ---Go to lombok with bule(s)—sebagai friend , peer partner, tour guide, private bahasa teacher sekaligus bodyguard---

  Di malam yang semakin tidak bersahabat beriring dingin bersalut kabut. Mobil pick-up sayur ini berlari menuju ketinggian. Pohon-pohon besar menari mengikuti simfoni tiupan angin menambah romantis-mistis suasana alam. Jalanan basah sesekali terlihat memantulkan cahaya merah saat supir dalam-dalam menginjak rem. Sesekali ban berdecit nampak kesakitan menempuh jalur yang tidak ramah. Di belakang kami berenam terdiam berdamai dengan adrenalin yang terpacu mengisi aliran darah, jantung berdentum-dentum setiap mobil ini tidak menurunkan kecepatan di jalan berkelok menanjak. Teringat cuplikan percakapan dalam film Stormbreaker “You're never too young to die”. Dan mendadak saya jadi takut mati. Jalanan menuju sembalun saat siang hari tentu tidak akan terasa sebegini menyeramkan. Di sepanjang perjalanan kita akan disejukan oleh pepohonan raksasa yang akarnya menghujam bumi dan pucuk tertingginya menusuk langit. Monyet-monyet juga akan menikmati kesejukan di bawah dau...

PART.3 ---Go to lombok with bule(s)—sebagai friend , peer partner, tour guide, private bahasa teacher sekaligus bodyguard---

Malam itu aspal basah merefleksikan lampu-lampu temaram di aikmel, suatu pasar, juga suatu persimpangan, buat saya tempat ini adalah pertaruhan. Waktu belum lewat tengah malam tapi embun tipis   sudah nampak menyelimuti daerah itu yang air di selokan meluap jadi banjir setinggi mata kaki.   Rasa-rasanya penduduk setempat sedang asyik di dalam rumah yang hangat menonton TV   tapi saya malah bersitegang dengan si supir tak bertanggung jawab yang awalnya nampak seperti malaikat. Dia melanggar janjinya, seperti yang saya khawatirkan sejak awal, dengan alasan jalan naik ke sembalun menanjak dan berlumpur maka bus miliknya tidak akan kuat melaju.   Kami diturunkan di tempat ini untuk menentukan sendiri nasib kami malam ini. Belum selesai sampai disitu, ia meminta 70% dari total biaya perjalanan yang sudah kami sepakati di Mataram. Saya marah, saya murka, tapi di tempat yang tidak saya kenal dan bersama enam perempuan   yang keselamatannya saya jamin maka t...

Go to lombok with bule(s)—sebagai friend , peer partner, tour guide, private bahasa teacher sekaligus bodyguard--- part.2

Image
(Saya terlatih untuk bertahan di tengah alam yang mengganas, saya terdidik untuk bisa menjaga keselamatan orang lain di dalam hutan yang tak ramah, saya terbiasa mengantisipasi gangguan serangga dan binatang buas. Itu karena Alam bisa diprediksi,“tapi hati orang siapa yang tahu??” Saya tidak bisa mencegah dan menanggulangi perbuatan-perbuatan terjahat yang bisa dilakukan manusia.. sekali lagi “hati orang jahat siapa yang tahu?? ) 07 september …………. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami dan janganlah masukan kami ke dalam percobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat …………. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami dan janganlah masukan kami ke dalam percobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat ………….. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami dan janganlah masukan kami ke dalam percobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jaha...

Go to lombok with bule(s)—sebagai friend , peer partner, tour guide, private bahasa teacher sekaligus bodyguard---

Image
(“kalian lihat, aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjamin keamanan kalian sepanjang perjalanan ini, tapi kalau kalian tidak bisa mendengar omonganku, aku tidak bisa mencegah seisi terminal ini atau ekstrimis setempat untuk memperkosa kalian dan membakar hidup-hidup, karena kekeras kepalaan kalian, kalian tahu sejak serangan terhadap afganistan dan irak, muncul kebencian yang amat sangat terhadap orang barat”) 5 september, 01.22 ( bus jogja-surabaya) Hujan turun , aspal-aspal basah indah memantulkan cahaya lampu-lampu jalanan, motor-motor berpenumpang 3 orang dengan barang bawaanya yang tampak overweight bergetar menerjang angin membelah jalanan yang banjir, berbeda dengan penumpang dI mobil-mobil pribadi yang nyenyak tertidur tak terpengaruh, truk-trukpun masih dengan enaknya menghambat jalan karena jalannya yang perlahan. Keempat bule itu, atau lebih rincinya, keempat perempuan belanda itu sedang tidur gelisah di kursi belakang, aku tidak tahu apa ruang ...

kenapa saya keluar seminari ?

Image
Banyak orang bertanya kenapa saya keluar dari seminari, banyak juga yang menyayangkan atas keputusan itu, karena menurut mereka panggilan itu langka, jarang-jarang ada yang seperti saya, mampu dan mau masuk seminari menengah di saat anak-anak seusia saya memilih untuk bersenang-senang menikmati masa muda.   Pertanyaan besar di dalam hati waktu itu adalah “ apakah saya benar-benar mau dan mampu?” Oleh karena itu, daripada saya bercerita alasan kenapa memutuskan keluar lebih baik menceritakan penyebab kenapa saya bisa terjebak di seminari menengah itu. Saat saya mendaftar masuk seminari tidak pernah terlintas di benak saya untuk menjadi seorang pastur. yang hidup miskin, suci dan selibat. Dengan segala tetek bengek spiritualitasnya. saat itu kelas tiga SMP Mimpi saya adalah menjadi ketua gangster kaya raya yang kegiatannya setiap hari bercinta  di pantai bersama  perempuan-perempuan bule berambut pirang, berbokong montok dan berdada kencang-besar, per...

jepara dan badai laut jawa

Pagi itu jepara cerah sekali, walaupun angin tetap kencang berhembus, menggerakan ombak yang jadi tampak mengerikan, kapal KMP muria yang sudah beberapa hari tertambat juga sudah siap menunaikan tugas rutinnya. Tur agen sudah harap-harap cemas, penumpang sudah tidak lagi sabar menunggu,sedangkan syah Bandar cukup ragu-ragu. Semua menunggu satu kata setuju, kapal itu boleh melaju. Semenjak beberapa hari lalu syah Bandar di semarang telah melarang segala macam aktifitas penyebrangan dari semarang ke karimun jawa karena cuaca yang buruk. Perjalan dari jepara ke karimun jawa juga sudah berapa periode tertunda. Namun wisatawan yang sudah jauh-jauh dari penjuru jawa tidak mau datang sia-sia, mereka yang batal berangkat dari semarang berangsur –angsur menuju jepara, sedangkan hampir seratus orang sudah beberapa hari bermalam di jepara hanya untuk menunggu cuaca menjadi ramah. Orang-orang membludak di pelabuhan kartini jepara, truk-truk yang mengirim logistic juga sudah berbaris lama...

Kota gudeg karena kota pelajar

saat mendengar kata Yogyakarta dan makanan, yang paling sering muncul adalah gudeg, ya makanan yang berbahan dasar nangka ini sudah menjadi trademark dari kota ini, sehingga tidak mengherankan kalau kota gudeg adalah salah satu julukan dari Yogyakarta. Tapi yang tidak banyak orang luar Yogyakarta tahu adalah maraknya penjual gudeg sangat erat kaitannya dengan banyaknya pelajar yang studi di Yogyakarta. Lalu muncul pertanyaan “koq bisa?” Saat kita ke Yogyakarta dan bertanya pada orang local, ‘dimana gudeg yang enak?” sebagian besar akan menyuruh kita datang ke wijilan atau gudeg yuk djum yang buka dari siang sampai sore mendekati malam Tapi coba anda keluar pada malam hari, sekitar jam Sembilan ke atas. penjual gudeg akan menjamur di sepanjang jalan Jogjakarta, terutama di daerah terdapat universitas-universitas besar seperti di jalan affandi, yang sangat berdekatan dengan UGM, UNY dan Univ.Sanata Dharma. Mulai dari yang menggunakan merk berupa angka sampai nama pemiliknya. “dulu, ...